Category : News

Boleh dicoba nih: Aktivitas di Rumah Saat Liburan Sekolah

annes

Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini sangat membatasi mobilitas ke luar rumah. Untuk keamanan dan kesehatan, anak-anak dihimbau untuk belajar, bermain, dan berlibur dilakukan di rumah untuk menghindari penyebaran virus corona yang variannya makin beragam.

Supaya anak-anak tidak bosan, orang tua harus kreatif menghadirkan aktivitas yang menyenangkan bagi anak, terutama untuk mengisi liburan sekolah kali ini.

Lantas, apa saja sih aktivitas yang menyenangkan yang bisa dilakukan di rumah:

1. Bermain Scrabble

Scrabble merupakan permainan olah huruf menggunakan papan atau kertas karton yang dicetak kotak-kotak seperti papan permainan ular tangga. Para pemain akan meletakkan beberapa balok huruf pada kotak-kotak dengan posisi tertentu di papan tersebut. Balok-balok huruf tersebut akan membentuk suatu kata, biasanya dalam bahasa Inggris.

Dengan mengajak anak bermain scrabble bukan hanya melatih penguasaan kosa kata bahasa Inggris, tapi juga dapat meningkatkan kekompakkan antar pemainnya, baik Ibu, Ayah, Kakak dan Adik.

2. Membaca Buku

Membaca adalah keterampilan dasar yang dibutuhkan anak-anak untuk menambah ilmu pengetahuan. Banyak manfaat seperti pengembangan kosakata dan pemikiran analitis yang lebih kuat dalam membaca buku.

Anak-anak dapat membaca buku dengan alur cerita yang ringan, carilah buku-buku dongeng atau buku yang bisa membuat anak gembira. Luangkan waktu misalnya 15 menit sehari untuk mengajak anak mau melihat buku dan membacanya sendiri. Atau boleh juga orang tua motivasi dengan memulai membaca dongeng sebelum anak tidur.

3. Mengajak Anak Memasak

Buatlah makanan favorit anak, tanyakan kepada mereka dan minta mereka untuk memberikan ide masakan apa yang ingin dibuat. Libatkan anak untuk membuat masakan tersebut misal mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, menaruh adonan di oven dengan pengawasan tentunya, atau meminta mereka menkreasikan imajinasi dan kreativitas dalam menghias kue.

4. Membuat Kerajinan Tangan

Orang tua juga dapat mengajak anak melakukan aktivitas seni dan kerajinan bersama di rumah. Kegiatan ini bisa mengeksplorasi kreativitas mereka. Aktivitas seni dan kerajinan juga menumbuhkan imajinasi sang anak agar lebih kuat.

Banyak cara untuk melakukannya seperti menggunakan barang-barang yang ada di rumah agar tidak perlu keluar uang tambahan sekaligus memanfaatkan barang-barang bekas, orang tua dapat mencari referensi dari berbagai sumber.

Sebagai contoh dapat membuat mobil-mobilan dari kardus bekas, membuat kapal dari botol bekas atau lainnya. Jangan lupa untuk membantu anak untuk membuat benda-benda ini. Orang tua akan melihat betapa cepatnya anak nanti bisa melakukannya sendiri.

5. Berkebun

Berkebun akan menjadi aktivitas menarik untuk anak apalagi saat liburan sekolah. Anak bisa membantu orang tua untuk menyiram tanaman ataupun memberi pupuk. Orang tua juga bisa menjelaskan berbagai jenis tanaman serta fungsinya pada anak. Hal ini juga akan membangun kecintaan mereka kepada lingkungan.

6. Berpiknik di Rumah

Aktivitas lainnya adalah berpiknik bersama. Hanya dengan karpet atau selimut untuk diletakan di halaman rumah, orang tua bisa melakukan piknik bersama anak-anak. Jangan lupa untuk menyediakan makanan ringan seperti salad segar dan camilan, anda juga bisa mebawa bantal untuk tidur-tiduran santai.

Belajar Angka Untuk Anak Prasekolah

annes

Mengenalkan angka pada anak dapat  dimulai sejak dini, dengan mengajarkan konsep pramatematika sejak dini dapat menstimulasi anak untuk berpikir logis dan sistematis. Tidak harus selalu dengan cara yang membosankan, anak justru akan antusias belajar angka dan jumlah apabila dikenalkan dengan cara yang menyenangkan.

Berikut adalah cara yang dapat orang tua lakukan untuk memperkenalkan angka pada anak dengan menyenangkan:

1. Menghitung Mainan

Manfaatkan mainan kesukaan anak untuk berlatih berhitung. Misalnya, dengan mengajak dia menghitung berapa jumlah mobil berwarna merah atau menghitung jumlah boneka dengan kategori boneka hewan.

2. Menyanyikan Lagu Tentang Angka

Anak-anak sangat menyukai nyanyian, melalui nyanyian anak akan lebih mudah mengenal konsep angka. Ajak anak bernyanyi bersama, sebagai contoh menyanyikan lagu Satu-satu Aku Sayang Ibu. Lagu tersebut mengenalkan anak tentang bilangan dan urutannya.

3. Bermain Puzzle

Selain berguna merangsang motorik halus, bermain puzzle ternyata cukup efektif dalam mengenalkan kepada balita. Pilih puzzle kayu berbentuk angka dan sebaiknya pilih yang berukuran besar agar mudah digenggam oleh anak. Kemudian ajak anak mencocokkan kepingan puzzle sambil menyebutkan angka yang sedang dipegangnya.

4. Menghubungkan Titik-titik

Minta anak untuk menghubungkan rangkaian titik hingga membentuk sebuah gambar yang tertera pada buku latihan balita. Pilih gambar berbentuk angka, sehingga ia dapat menyebutkan namanya ketika selesai menghubungkan semua titik.

5. Mengenalkan Angka yang Anak Lihat

Proses belajar yang sederhana dapat dilakukan dengan mengenalkan angka atau jumlah benda yang anak lihat. Misalkan, saat berada di jalan, cobalah untuk meminta anak menghitung jumlah kendaraan yang ia lihat.

Ada banyak cara seru lainnya yang bisa orang tua terapkan untuk mengenalkan huruf dan angka kepada balita Anda di rumah. Pilihlah aktivitas yang nyaman dan menyenangkan sehingga anak akan lebih bersemangat untuk belajar.

Menyiapkan Rutinitas Kembali ke Sekolah dengan Efektif

annes

Sangat penting untuk menerapkan rutinitas kembali ke sekolah yang efektif untuk membantu dalam memberikan konsistensi dan produktivitas dalam pengalaman belajar anak Anda. Mau tau caranya? simak 5 cara sederhana berikut:

1. Siapkan Rutinitas Tidur

Rutinitas tidur dapat sangat membantu siswa siap untuk kembali ke rutinitas sekolah dari rumah, karena dapat membantu mereka memiliki pola pikir yang benar untuk sekolah. Anak-anak yang kurang tidur bisa mengalami kesulitan belajar. Anak-anak yang berusia antara enam hingga 13 tahun disarankan untuk tidur selama sembilan hingga 11 jam setiap malam. Saat malam hari, mintalah anak Anda menyiapkan perlengkapan sekolahnya untuk esok hari, menyikat gigi, dan meluangkan waktu untuk membaca sebelum mereka pergi tidur.

2. Siapkan Ruang Belajar Khusus

Dengan lebih banyak waktu dan kesempatan untuk belajar di rumah, penting untuk memastikan anak Anda merasa nyaman dan produktif di area mereka. Siapkan tempat yang diperuntukkan sebagai tempat belajar, pembelajaran online, mengerjakan PR, dan bahkan Lembar Kerja Kumon. Ruang ini harus bebas dari gangguan untuk membantu mempertahankan fokus mereka. Mainan dan televisi harus disingkirkan atau dimatikan. Tips untuk ruang belajar yang produktif antara lain pencahayaan yang baik, terdapat dekorasi motivasi, serta perlengkapan sekolah.

3. Buat Aktivitas Mingguan

Manajemen waktu akan mendorong produktivitas dalam pembelajaran anak Anda. Luangkan waktu selama akhir pekan atau di awal minggu untuk membuat review tentang apa yang dapat mereka capai untuk minggu depan. Pastikan untuk memasukkan tugas pekerjaan rumah, target waktu, Lembar Kerja Kumon untuk diselesaikan, kegiatan ekstrakurikuler, waktu bersama keluarga, dan aktivitas lainnya yang menyenangkan.

4. Membiasakan Rutinitas di Pagi Hari

Apakah anak Anda pergi ke sekolah atau belajar secara virtual, penting untuk menjaga waktu bangun yang konsisten. Dengan bangun pagi dan bersiap seperti biasanya, anak Anda dapat mengikuti rutinitas harian. Komponen kunci lain di pagi hari adalah sarapan. Sarapan yang seimbang dapat menjadi bahan bakar otak bagi anak Anda selama mereka bersekolah. Untuk mengurangi kesibukan di pagi hari, siapkan lebih awal sarapan yang mudah dan bergizi untuk anak.

5. Buat Sistem Penghargaan / Reward

Memiliki sistem penghargaan akan menginspirasi anak Anda untuk menyelesaikan lebih banyak tugas dan menyelesaikan semua tugas mingguan mereka. Yang terpenting, pastikan anak Anda merasa dihargai ketika mereka menerima apresiasi positif untuk pekerjaan yang telah mereka lakukan.

Jadwal Seminar Franchise Kumon

rizka

Own a Business that Makes Smart Kids Smarter!

Di Kumon, kami percaya bahwa peran Pembimbing sangatlah penting dalam kesuksesan siswa. Jadilah bagian dari kami dalam menggali potensi sebanyak mungkin anak-anak Indonesia!

Apabila Anda;

  • Warga Negara Indonesia
  • Perempuan
  • Usia maksimal 45 tahun
  • Pendidikan minimal D3
  • Menyukai dunia pendidikan
  • Berminat menjalankan bisnis franchise Kumon

Bergabunglah bersama kami, daftarkan diri Anda dalam Seminar Franchise Kumon! 

 

Seminar Franchise Kumon 

Ikuti Seminar Franchise Kumon wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta

Tanggal: 6 dan 9 Oktober 2021 (pilih salah satu) pukul 10.00 s/d selesai

*seminar dilakukan secara online menggunakan Microsoft Teams

Informasi lanjut, hubungi:

  • Ana (Jabodetabek) : 0815-1175-3264
  • Ardi (Jawa Barat & Banten) : 0813-1904-1910
  • Ekky (Sumatera) : 0815-1953-5936
  • Mira (Jawa Tengah & Yogyakarta) : 0815-8149-271
  • Rayi (Jawa Timur) : 0815-8149-251
  • Hendry (Sulawesi Kalimantan) : 0815-1953-5954
  • Frans (Bali & Lombok) : 0815-1314-3716

atau https://id.kumonglobal.com/for-franchisees/franchise-enquiry/

 

Anak Prasekolah: Mereka Luar Biasa dan Ini Saat yang Tepat Untuk Mengembangkan Potensinya

annes

Anak prasekolah mempunyai kemampuan yang tinggi dalam menyerap berbagai macam pembelajaran. Salah satu kemampuan yang penting untuk dikembangkan sejak usia prasekolah adalah kemampuan berkomunikasi dengan bahasa ibu.

Saat masuk SD, anak diharapkan sudah memiliki banyak kosakata untuk mempermudah interaksi dengan lingkungannya. Kita sering menjumpai anak yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi sehingga tidak mampu mengikuti pelajaran sekolah karena kurangnya kemampuan dalam memahami dan mengungkapkan sesuatu.

Kurangnya kemampuan tersebut disebabkan oleh sedikitnya kosakata yang dimiliki anak. Jika anak dapat mengingat banyak kosakata dan pandai menggunakannya, maka anak akan lebih mudah dalam memahami berbagai hal secara mendalam.

Selain itu, anak yang memiliki banyak kosakata mampu menyusun apa yang ia rasakan melalui kata-kata dan mengungkapkan keinginannya, dapat menyampaikan sesuai yang dipikirkannya membuat emosi anak menjadi stabil.

Untuk itu, penting memberikan stimulus pada anak prasekolah agar dapat mengingat banyak kosakata. Memberikan stimulus pada anak prasekolah dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Apa saja stimulus yang tepat diberikan kepada anak usia dini dan prasekolah?

  • Membacakan Cerita
    Membacakan cerita pada anak dapat dilakukan sejak mereka lahir. Anak yang banyak dibacakan cerita akan memiliki kosakata yang berlimpah, daya ingat yang berkembang dengan baik, memiliki kekayaan emosi, dan menjadi suka membaca.
  • Memperdengarkan Lagu
    Kegiatan ini dapat menjadi lebih menyenangkan jika orang tua bukan hanya memperdengarkan lagu saja, tapi juga menyanyikannya kepada anak. Orang tua pun dapat melihat respon anak saat mendengarkan lagu seperti menggerakkan tangan atau tersenyum.
  • Mengajak Anak Berbicara
    Bukan hanya orang tua, anggota lain dalam keluarga perlu mengajak anak berbicara. Dengan membicarakan hal-hal sederhana, anak akan memiliki perbendaharaan kosakata yang banyak dan bertambah pintar.

Kumon bertujuan untuk membentuk individu yang sehat dan cakap yang dapat menentukan jalan hidupnya sendiri. Di Kumon, kami percaya bahwa hal paling bermanfaat yang dapat kami lakukan bagi anak-anak adalah membekali mereka dengan kemampuan untuk maju ke materi pelajaran SMA dengan belajar secara mandiri sedini mungkin.

Metode Belajar yang Memperhatikan Setiap Individu Siswa

annes

Sebenarnya bagaimana seorang anak belajar dengan sistem belajar Metode Kumon?

Di Kumon, anak belajar dengan cara membaca petunjuk-petunjuk dan contoh soal pada Lembar Kerja, berpikir sendiri lalu mengerjakan soal dengan kemampuannya sendiri. Sistem belajar, bahan pelajaran dan bimbingan di Kumon dirancang sedemikian rupa agar anak dapat belajar mandiri.

Keistimewaan belajar dengan Metode Kumon adalah Sistem Belajar Perseorangan. Sistem belajar perseorangan berdasarkan kemampuan anak sehingga memungkinkan anak dapat belajar pada tingkatan yang tepat dengan memberikan pelajaran dan bimbingan yang tepat sesuai dengan pemahamannya, tepat pada ketangkasan kerja (dapat mengerjakan dengan lancar) dan tepat pada pembentukan sikap belajar. Dengan belajar pada tingkatan yang tepat diharapkan terbentuk sikap duduk, kemampuan konsentrasi, motivasi dan kemandirian yang baik.

Dengan sistem belajar perseorangan yang menyesuaikan dengan kemampuan anak, maka setiap anak diharapkan dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal.

Untuk itu pada saat mulai belajar di Kumon, anak akan diberikan Tes Penempatan untuk menentukan titik pangkal belajar. Pada saat pandemi seperti sekarang di mana pertemuan tidak bisa dilakukan secara tatap muka maka diadakan wawancara sebagai penggantinya. Wawancara dilakukan melalui telepon ataupun panggilan video dengan orang tua untuk mengetahui kondisi belajar anak, sedangkan wawancara dengan anak dilakukan untuk mengetahui kemampuan yang sudah dimiliki anak dan hal penting apa yang lebih dahulu ingin dikembangkan pada anak.

Jarak bukanlah halangan bagi Pembimbing Kumon untuk tetap berdedikasi memberikan bimbingan terbaiknya pada setiap siswa secara perseorangan. Sebesar itu semangat yang coba ditularkan Pembimbing ke setiap siswanya agar para siswa tetap merasa diperhatikan oleh Kumon. Semua dedikasi ini kami berikan demi masa depan siswa Kumon yang cerah di masa depannya.

Mengapa Harus Daftar KUMON Jika Anak Tetap Harus Belajar Mandiri?

rizka

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Kumon mengembangkan kemandirian dan belajar secara mandiri. Tetapi apakah Anda benar-benar tahu apa yang kami maksud ketika kami berbicara tentang kemandirian?

Sebagian besar dari kita terbiasa dengan pembelajaran pasif di sekolah. Seorang guru hadir sementara siswa mencatat dan mengajukan pertanyaan. Siswa yang belajar sendiri, di sisi lain, pada dasarnya mengajar dirinya sendiri. Alih-alih memiliki konsep yang dijelaskan kepada mereka, mereka menggunakan instruksi, petunjuk konteks, dan contoh soal untuk menemukan jawabannya sendiri. Ketika seorang siswa mengembangkan kemampuan untuk belajar mandiri, mereka dapat mempelajari mata pelajaran apa pun dengan percaya diri.

Seorang anak yang kuat dalam kemampuan belajar mandiri akan:

  1. Memiliki keinginan untuk memecahkan tantangan baru secara mandiri.
  2. Menjadi lebih tangguh pada materi yang lebih menantang.
  3. Mampu mempelajari konsep materi dengan lebih baik sejak percobaan pertama.
  4. Membuat analisis yang juga lebih baik bahkan untuk mata pelajaran lainnya.
  5. Berani mencoba dan tidak takut membuat kesalahan serta memahami bahwa mereka akan belajar banyak dari kesalahan tersebut.

Pembimbing Kumon dilatih untuk membimbing siswanya menjadi siswa yang mampu belajar mandiri. Alih-alih langsung mengajar atau membimbing, Pembimbing memberikan petunjuk, dukungan serta stimulasi untuk siswanya agar mampu mencoba memecahkan masalah sendiri terbih dahulu.

Belajar mandiri juga merupakan keterampilan yang bisa dipelajari dan diperkuat di rumah. Berikut adalah beberapa pedoman yang dapat Anda gunakan untuk menumbuhkan sikap belajar mandiri pada anak Anda di rumah.

  • Tanyakan pada anak, “Apa yang baru atau berbeda dari apa yang baru saja kamu pelajari?”
  • Minta anak untuk menjelaskan masalahnya kepada Anda. Seringkali ini dapat membantu mereka mengenali kesalahan mereka.
  • Minta anak untuk membaca kembali latihan tersebut jika mereka merasa kesulitan untuk bergerak ke materi yang lebih sulit.
  • Arahkan anak kembali ke lembar sebelumnya untuk melihat contoh soal serupa yang sudah berhasil mereka pecahkan sebelumnya.
  • Mintalah anak membaca ulang contoh soal itu dengan lantang untuk pemahaman yang lebih dalam.
  • Bantulah anak menyimpulkan konsep materi yang sulit dari akarnya sehingga mereka benar-benar paham konsep dasar dari soal tersebut.

Belajar mandiri adalah sebuah proses. Meskipun anak Anda tidak langsung mendapatkan jawabannya, masih ada kesempatan bagi mereka untuk belajar dari latihan selanjutnya, atau saat mengoreksi kesalahan mereka setelah penilaian. Penting untuk menghindari menjelaskan solusi terlalu cepat. Hal ini dapat mengurangi kesempatan mereka untuk belajar mandiri dan dapat merusak pengetahuan mereka tentang materi tersebut.

Namun yang paling penting adalah ketika anak Anda menunjukkan walau sedikit hasil belajar mandiri atau ketekunan, pujilah mereka untuk mengakui kerja keras mereka!

Belajar mandiri membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk berkembang sepenuhnya. Kesukaan belajar anak tidak boleh dipaksa dengan terlalu banyak tekanan untuk belajar mandiri. Ini adalah keseimbangan yang membutuhkan latihan. Ketika anak Anda mampu menggunakan apa yang telah mereka pelajari untuk siap dengan masalah baru atau yang sulit sampai mereka dapat menyelesaikannya, mereka akan siap menghadapi banyak rintangan yang akan dihadapi pada kehidupan kepada mereka selanjutnya.

Membuat Target Bersama Anak untuk Menyambut Tahun Baru!

rizka

Liburan telah usai, kini kita memasuki bulan dan tahun yang baru. Bulan Januari adalah waktu yang tepat jika resolusi dan target menjadi trending topic bagi banyak orang bahkan untuk anak-anak. Banyak anak memiliki impian dan ide tentang apa yang ingin mereka capai, tetapi mungkin sulit untuk mengingatnya dengan begitu banyak aktivitas lain yang akan mereka lalui begitu saja. Itulah mengapa menetapkan target pencapaian bersama anak Anda adalah cara yang bagus untuk memulai tahun baru.

Mengapa penting menetapkan target bersama anak Anda untuk tahun ini?

Membuat daftar target secara umum akan menghasilkan produktivitas yang lebih baik, apa pun topiknya. Itulah pentingnya bagi anak-anak untuk mewujudkan target mereka, memiliki daftar aktivitas untuk direncanakan dan berfungsi sebagai pengingat akan membantu anak mencapai keinginannya. Untuk membuat daftar target ini, kami akan menuliskan langkah demi langkah tentang cara membantu anak Anda menetapkan targetnya.

  1. Adakan diskusi dengan duduk santai bersama keluarga untuk membicarakan tentang ide-ide anak Anda.

Adakan diskusi keluarga untuk mulai memikirkan hal-hal yang Anda harapkan tahun ini. Bisa dengan rencana kegiatan menyenangkan bersama keluarga, menyumbangkan barang-barang di sekitar rumah kepada mereka yang membutuhkan, atau hal lainnya yang di tahun sebelumnya belum sempat diwujudkan.

Anak-anak sering kali bersemangat untuk turut menyampaikan rencananya sendiri, dan bahkan mungkin memunculkan beberapa ide baru yang belum pernah Anda pikirkan. Ini juga merupakan saat yang tepat untuk memulai resolusi karena akan membuat mereka bersemangat untuk mempertimbangkan apa yang ingin mereka lakukan sendiri. 

  1. Buat pertanyaan khusus kepada anak Anda

Tuntunlah anak Anda dengan mengajukan pertanyaan spesifik. Misalnya, jika ingin mengembangkan hobi, cari tahu lebih jelasnya. Apa yang menarik dari hobi tersebut? Apa yang ingin dikembangkan? Dan bagaimana caranya? Meskipun ada ditemukan beberapa kendala, jadikan hal ini sebagai tantangan, motivasi dan pancing mereka untuk mengeluarkan ide atau hal apa yang akan dilakukan untuk mengatasinya dan  masukkan ke dalam daftar target.

Anda juga dapat membagi pertanyaan menjadi beberapa. Berikut beberapa pertanyaan untuk inspirasi:

    • Berapa banyak buku yang ingin kamu baca tahun ini?
    • Olahraga baru apa yang ingin kamu coba?
    • Apa cita-citamu setelah dewasa?
  1. Uraikan jawaban mereka menjadi daftar yang dapat dilakukan sepanjang tahun ini.

Jika anak Anda ingin membaca 10 buku tahun ini, Anda dapat membaginya menjadi satu buku setiap bulan. Anda juga dapat menguraikan lagi menjadi target-target kecil misal membaca berapa lembar dalam setiap harinya. Langkah ini akan menunjukkan kepada anak bahwa ada begitu banyak kemungkinan yang berasal dari satu ide!

  1. Bantu anak Anda membuat daftar di atas kertas.

Setelah Anda membicarakan beberapa target anak Anda tahun ini, sekarang saatnya membuat daftarnya. Anda dapat meminta anak Anda menuliskan ini, mengetikkan daftar di komputer untuk dicetak, atau mengubahnya menjadi papan visi untuk memberi pengingat dengan cara yang menyenangkan dan menarik.

  1. Letakkan daftar di tempat yang terlihat setiap hari.

Sekarang setelah daftarnya lengkap, gantunglah di tempat yang sering terlihat. Melihatnya setiap hari akan menjadi pengingat dan motivator yang konsisten untuk mencapai target ini. Mereka akan senang melihat poin-poin yang dapat mereka cek dan lakukan lebih banyak lagi untuk mencapai targetnya.

  1. Merevisi, menambah, atau menghapus.

Daftar target dapat direvisi. Setelah anak Anda mempelajari alat musik baru, mereka mungkin ingin belajar memainkan lagu. Mungkin mereka sadar bahwa mereka tidak suka les piano tetapi ingin mencoba karate. Lanjutkan untuk membahas daftar target dengan anak Anda dan merevisi atau menambahnya. Daftar target anak Anda untuk tahun ini hanyalah alat untuk membantu mereka lebih memikirkan tentang apa yang ingin mereka capai dan mengambil tindakan untuk melakukannya!

  1. Memberi pengakuan dan merefleksikan pencapaian anak sesuai target yang diraihnya.

Sangat menyenangkan apabila target tercapai, besar atau kecil! Tanamkan perasaan sukses dengan mengakui dan merayakan pencapaian ini bersama anak Anda. Setelah tahun berakhir, akan menjadi pengalaman yang luar biasa untuk merefleksikan semua yang telah mereka capai dan menetapkan lebih banyak tujuan ke depan!

Hasilnya?

Anak Anda memiliki banyak hal yang ingin mereka capai. Awal tahun baru adalah waktu yang tepat untuk mendiskusikan tujuan ini dengan mereka dan membantu membuat daftar yang dapat mereka jadikan patokan target sepanjang tahun. Meluangkan waktu untuk menetapkan tujuan bersama anak Anda akan membantu mereka termotivasi untuk mengambil tindakan di semua aspek kehidupan mereka.

Mengapa belajar bahasa Inggris harus dimulai sejak dini?

annes

Anak yang belajar bahasa Inggris di usia yang relatif sangat muda tidak takut untuk membuat kesalahan sehingga menjadikan mereka sebagai fast learner. Selain itu, belajar bahasa Inggris di usia dini juga memiliki berbagai manfaat untuk anak, seperti:

  • Meningkatkan kemampuan kognitif anak.
  • Mengasah otak anak, termasuk kemampuannya memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mendengarkan dengan baik.
  • Meningkatkan memori, konsentrasi, dan kemampuan anak untuk multitasking.
  • Mengasah kreativitas anak.
  • Membantu anak dalam hal akademis.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan bahasa asing pada anak?

Bisa dimulai dari lingkungan rumah, orang tua juga bisa mengajarkan bahasa Inggris pada anak, sekalipun orang tua merasa tidak terlalu menguasai bahasa internasional ini. Hal terpenting yang harus orang tua lakukan adalah menunjukkan semangat agar anak juga termotivasi dalam belajar bahasa Inggris. Ingat pula bahwa anak-anak mungkin membutuhkan waktu untuk menyerap bahasa tersebut, apalagi untuk mengucapkannya secara fasih. Berikut tips yang dapat dilakukan orang tua dalam mengajarkan bahasa Inggris kepada anak.

1. Tanamkan rutinitas

Rutinitas terbentuk ketika orang tua melakukan kebiasaan-kebiasaan tertentu sehingga anak merasa nyaman dengan hal tersebut. Dalam konteks belajar bahasa Inggris, orang tua dapat membuat jadwal anak mendengar bahasa Inggris setiap hari, misalnya dengan bernyanyi lagu berbahasa Inggris setelah sekolah atau membaca buku sebelum tidur. Di fase awal, Anda hanya perlu menyediakan waktu 15 menit setiap sesi dan dapat meningkat seiring bertambahnya fokus dan usia anak. Rutinitas merupakan bentuk dari pengulangan yang merupakan kunci anak belajar bahasa Inggris.

2. Bermain games

Mengajarkan bahasa Inggris pada anak harus dilakukan dengan semenyenangkan mungkin, salah satunya adalah dengan membuatnya bermain sambil belajar. Banyak permainan yang dapat Anda coba, misalnya menggunakan flashcard untuk menambah sekaligus memperbaiki kosakata berbahasa Inggris pada anak. Flashcard adalah sekumpulan kartu yang bergambar atau bertuliskan informasi tertentu, misalnya nama buah-buahan, sayur, warna, bentuk, dan sebagainya. Flashcard dapat dibeli secara online maupun diunduh dari berbagai situs dan aplikasi secara gratis kemudian dicetak di kertas biasa.

3. Bernyanyi dan mendengarkan lagu

Anak-anak sangat suka bernyanyi dan mendengarkan lagu bernada riang sehingga cara ini bisa dijadikan sebagai metode belajar bahasa Inggris. Sangat banyak jenis lagu yang sekaligus dapat digunakan untuk mengajarkan bahasa Inggris pada anak, misalnya Happy Birthday, Head, Shoulder, Knees, and Toes, maupun Twinkle Twinkle Little Stars, dan lain-lain.

4. Menekankan kata-kata tertentu

Di awal masa pembelajaran, ada beberapa kosakata berbahasa Inggris yang lebih mudah ditangkap oleh anak-anak, seperti please, thank you, it is.., I like.., I don’t like.., atau what color is it?. Jangan lupa juga untuk menggunakan kosakata bahasa Inggris yang sama di beberapa kesempatan, seperti please sit down dan sebagainya.

5. Merespons anak

Hasil belajar bahasa Inggris anak akan mulai terlihat ketika ia mulai merespons orang tua dalam bahasa Inggris pula. Ketika anak melakukan ini, orang tua harus memberinya respons balik yang positif dan antusias sehingga anak juga kian terpacu untuk belajar dan berbicara dalam bahasa Inggris. Misalnya, saat anak menunjuk buah apel dan berkata “apple”, orang tua dapat merespons dengan mengatakan “yes, this is apple. The color is red”. Sesekali tidak ada salahnya memberi sanjungan atau hadiah pada anak, misalnya ketika ia berhasil mempelajari beberapa kosakata baru.

Pembelajaran Jarak Jauh di Kumon

annes

Kumon adalah program belajar yang sejak awal sudah mempraktikan sistem belajar mandiri, bisa dilakukan di rumah, dan kontinu setiap hari. Lembar kerja kami sudah didesain ideal untuk program belajar mandiri di mana saja, baik di kelas maupun dari rumah masing-masing. Dengan penyesuaian kondisi peralihan masa pandemi seperti saat ini, kami melengkapi program ini dengan Bimbingan Jarak Jauh yang memastikan setiap progres belajar siswa di rumah tetap bisa dikontrol oleh Pembimbingnya masing-masing secara daring.

Mari mengenal lembar kerja Kumon lebih dalam.

Lembar kerja matematika Kumon didesain untuk mengembangkan kemampuan berhitung. Sedangkan lembar kerja bahasa Inggris mengembangkan pemahaman bacaan siswa.

Konsisten belajar di rumah

Kumon adalah program belajar yang melibatkan kerjasama antara siswa, orang tua dan Pembimbing. Kerjasama ini terus menerus dilakukan selama  siswa harus belajar di rumah masing-masing.

Pembimbing membuat rencana bimbingan secara individual untuk setiap siswa, dan mengirimkan ke rumah lembar kerja yang siap mereka pelajari secara mandiri untuk setiap harinya. Pembimbing juga bersedia untuk melakukan komunikasi secara reguler melalui telepon, email, SMS atau panggilan video.

Siswa mempelajari lembar kerjanya setiap hari. Orang tua mendampingi dan memotivasi anak-anak mereka untuk menyelesaikan lembar kerjanya dengan sebaik mungkin.

Proses yang dilakukan harian ini akan memastikan seberapa jauh kemajuan siswa di setiap harinya.

Belajar mandiri

Saat siswa menguasai lembar kerja Kumonnya, mereka menjadi lebih percaya diri untuk mempelajari materi pelajaran mereka di sekolah. Lembar kerja Kumon disusun untuk memungkinkan kemajuan belajar siswa dalam langkah-langkah kecil yang pasti. Hal ini memungkinkan siswa untuk maju menyelesaikan tantangan demi tantangan dengan mudah karena terbiasa dengan proses tingkatan soal dari mudah ke yang lebih sulit. Ketika mereka menemukan sesuatu yang baru, mereka mempelajari contohnya di lembar kerja, melihat kembali dari pembelajaran sebelumnya dan mencobanya sendiri. Mereka mencoba, dan gagal, sampai akhirnya berhasil menyelesaikan atas hasil pemahamannya sendiri. Beginilah cara Kumon mengembangkan pembelajaran mandiri pada setiap siswanya.

Siswa selalu menantikan tantangan baru dan merasakan kepuasan dalam mengerjakannya atas hasil sendiri. Mereka mengembangkan pola pikir bahwa tidak ada masalah yang terlalu sulit untuk diselesaikan. Berkat dibekali dengan keterampilan belajar mandiri inilah, setiap siswa Kumon bisa belajar secara mandiri, melalui program Kumon.

1 2