Kumon Indonesia > Jelajah > Sejarah Kumon

Awal Kami

Semuanya berawal pada tahun 1954, pada saat seorang ibu dari seorang anak laki-laki menemukan tes matematika di saku anak lelakinya. Anak laki-laki itu bernama Takeshi Kumon dan saat itu dia kelas dua Sekolah Dasar (SD). Melihat hasil tes yang tidak sebagus biasanya, ibu Takeshi bertanya pada suaminya apa yang harus dilakukannya. Suaminya adalah Toru Kumon, yang pada saat itu adalah seorang guru matematika SMA. Untuk menjawab kekhawatiran istrinya, Toru Kumon mulai membuat lembar kerja untuk anak lelakinya, Takeshi.

Toru Kumon percaya bahwa tugas seorang pendidik adalah membantu perkembangan pola pikir belajar mandiri pada anak-anak. Toru Kumon banyak mencoba dan mengalami banyak kesalahan pada saat menciptakan materi pembelajaran untuk putranya, Takeshi, agar dia bisa mengerjakan materi pembelajaran tersebut setiap harinya dengan mudah dan secara bertahap mengembangkan kemampuannya. Berdasarkan pengalaman beliau sebagai guru SMA, Toru Kumon tahu bahwasanya banyak siswa-siswa SMA yang bermasalah dengan pembelajaran matematika dikarenakan kurangnya kemampuan berhitung. Oleh karena itu, beliau fokus untuk mengembangkan kemampuan berhitung Takeshi, dan menciptakan materi yang bisa dikerjakan putranya dengan mandiri. Hal ini berdasarkan pengalaman beliau sendiri yang membuat Toru Kumon mengetahui bahwa siswa hanya bisa mendapatkan kemampuan akademik yang sesungguhnya jika maju sesuai kemampuannya.

Toru Kumon membuat soal-soal hitungan pada lembar kerja yang terpisah untuk Takeshi, dan materi-materi yang beliau ciptakan sejak tahun 1955 menjadi contoh model untuk lembar kerja yang ada saat ini. Kemampuan Takeshi berkembang dengan cepat semenjak mengerjakan soal-soal selama 30 menit setiap hari yang diciptakan oleh ayahnya. Hasilnya, dia bisa mencapai diferensial dan integral kalkulus hanya beberapa bulan sebelum naik ke kelas enam. Setelah keberhasilan Takeshi, Toru Kumon mengundang beberapa anak di lingkungannya untuk datang dan belajar di rumahnya. Beliau membimbing mereka dengan cara yang serupa saat beliau membimbing Takeshi. Hasilnya, kemampuan akademik mereka meningkat dengan pesat. Melihat hal ini, Toru Kumon berkeinginan untuk mengembangkan potensi sebanyak mungkin anak dengan metode belajar beliau. Pada tahun 1958, beliau memutuskan untuk mendirikan kantor di Osaka dan membuka lebih banyak kelas Matematika. Sejak saat itu jumlah siswa Kumon terus meningkat. Untuk mencapai materi SMA dengan belajar mandiri, Toru Kumon bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa secara maksimal yang memungkinkan mereka untuk belajar pada tingkatan yang tepat untuk setiap individu siswa.

Anak-anak mempunyai potensi untuk berkembang. Dengan latihan membaca, menulis dan menghitung, siswa mengembangkan rasa percaya diri untuk belajar mandiri. Di Kumon kami menganggap pendidikan adalah mengembangkan kemampuan anak-anak untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang dan mewujudkan mimpi-mimpi serta tujuan hidup mereka. Lahir dari rasa cinta seorang ayah terhadap putranya, Kumon tidak terhalang oleh batasan bahasa, budaya ataupun sejarah. Semakin banyak orang mengetahui tentang manfaat Metode Kumon, maka Kumon akan menjangkau lebih banyak anak-anak di seluruh dunia.

Sorotan

Jadwal Update GO

Wilayah : Aceh
Tanggal: 19 Juni 2019
Tempat: Aceh
Telp: 0815-1175-3312 (Fitrah)

Baca lebih di sini

Jaringan global kami

Jejak kami

Kumon adalah program belajar diluar sekolah terbesar di dunia, dengan lebih dari 4 juta anak belajar di 51 negara dan wilayah.

Baca lebih di sini