Kumon Indonesia > Jelajah > Kumon Milestones

Kumon milestones

KUMON’S HISTORY

1958

Awal Berdirinya Kumon
-Kumon untuk sebanyak mungkin anak

Toru Kumon membuat soal-soal hitungan pada lembaran kertas loose-leaf untuk anaknya, Takeshi. Soal-soal itulah yang menjadi asal mula lembar kerja Metode Kumon saat ini. Dengan keinginan untuk membantu “sebanyak mungkin anak memaksimalkan potensi mereka”, Toru Kumon mendirikan “Osaka Institute of Mathematics” pada tahun 1958 di kota Osaka. Sejak saat itu, Kumon mulai memberikan kesempatan belajar kepada lebih banyak anak.
Sejak awal, Toru Kumon ingin menyebarluaskan Metode Kumon ke seluruh dunia, tidak hanya di Jepang saja. Ia memiliki keyakinan yang kuat bahwa hal tersebut pasti dapat terwujud. Ia memiliki harapan agar sebanyak mungkin anak dapat meningkatkan kemampuan akademiknya, meraih kesuksesan dalam hidup, dan membantu mewujudkan perdamaian dunia sebagai hasil belajar dengan Metode Kumon.

1974

Langkah Pertama Perluasan ke Luar Jepang

-Kelas Kumon pertama di luar Jepang dibuka di New York, Amerika Serikat

Perluasan Kumon ke luar Jepang dimulai pada tahun 1974 dengan dibukanya kelas Kumon Matematika di New York, Amerika Serikat.
Yang menjadi pencetus perluasan ini adalah adanya suatu keluarga Jepang yang anaknya pernah belajar Kumon di Jepang lalu pindah ke Amerika Serikat karena perpindahan pekerjaan sang ayah. Muncul permintaan agar anak-anak mereka dapat melanjutkan pembelajaran Kumon di luar Jepang. Untuk memenuhi permintaan siswa dan orang tua seperti itu, dibukalah kelas Kumon Matematika yang pertama di luar Jepang yaitu di New York, Amerika Serikat.

Taiwan, Brazil, Jerman
-Siswa-siswa Kumon menyebar ke seluruh dunia

Seperti halnya keluarga Jepang yang pindah ke New York, kelas-kelas Kumon terus dibuka untuk memenuhi permintaan siswa-siswa orang Jepang yang berada di luar negeri. Pada tahun 1970-an, dibuka kelas-kelas di Taiwan, Brazil, dan Jerman. Tingginya manfaat belajar yang diperoleh siswa-siswa dari kelas-kelas Kumon tersebut, mendapatkan penilaian yang baik dari masyarakat sekitar. Hasilnya, anak-anak dari penduduk lokal di area kelas tersebut pun mulai berdatangan ke Kumon, dan lambat laun penduduk lokal mulai membuka kelas-kelas Kumon. Dengan cara inilah Metode Kumon mengakar di wilayah dan negara-negara tersebut.
Untuk memperluas Kumon kepada anak-anak dari penduduk lokal di wilayah tersebut, dimulailah pembuatan bahan pelajaran Matematika yang diterjemahkan ke dalam bahasa setempat. Selain itu, didirikan pula kantor-kantor lokal di luar Jepang, dan disiapkan sistem pendukung untuk kelas-kelas Kumon di negara atau wilayah tersebut. Di Taiwan, jumlah siswa Kumon mencapai 1,000 orang pada tahun 1979. Angka yang sama dicapai di Brazil pada tahun 1982. Pada tahun 1983, sembilan tahun setelah pembukaan kelas Kumon pertama di New York, jumlah siswa Kumon di luar Jepang melampaui 10,000 orang.

1985

Meningkatnya jumlah siswa Kumon di seluruh dunia
-Keajaiban Sumiton

Pada tahun 1988, kepala sekolah dari salah satu sekolah dasar di Sumiton, Alabama, Amerika Serikat menjadi sangat tertarik dengan Kumon setelah melihat sebuah pemberitaan di TV tentang Metode Kumon. Ia meminta Kumon untuk menerapkan Metode Kumon bagi siswa-siswa di sekolahnya. Sebagai jawaban atas permintaan tersebut, Kumon kemudian diterapkan ke Sekolah Dasar Sumiton sebagai mata pelajaran reguler*.
Hasil belajar dengan Kumon sangat mengesankan. Rata-rata nilai siswa pada Tes Penempatan Kumon meningkat dari 70 menjadi 90. Peningkatan yang drastis di Sekolah Sumiton mendapatkan perhatian di seluruh Amerika Serikat dan disebut sebagai “Keajaiban Sumiton” oleh berbagai media. Pemberitaan tersebut memberikan pengaruh yang besar akan persepsi publik Amerika Serikat terhadap Kumon.
Pada tahun 1989, surat kabar Newsweek menampilkan artikel tentang penerapan Metode Kumon di Sekolah Dasar Sumiton. Hal tersebut memicu munculnya respon luar biasa dari seluruh Amerika Serikat. Tahun berikutnya yaitu tahun 1990, majalah TIME juga menuliskan artikel tentang Kumon yang mendatangkan banyak sekali respon dari seluruh dunia.
*Sekarang sudah tidak diterapkan

Metode Kumon: Meluas secara mendunia dan mengakar pada masyarakat lokal

Artikel di majalah TIME dan artikel yang diterbitkan oleh media lainnya meningkatkan ketertarikan masyarakat akan Metode Kumon pada skala dunia. Kumon menerima semakin banyak permintaan pembukaan kelas. Untuk menanggapi permintaan tersebut, dibuatlah kebijakan yang mendorong pembukaan kelas-kelas lokal Kumon yang dijalankan oleh Pembimbing lokal.
Toru Kumon percaya bahwa Metode Kumon dapat digunakan untuk menggali potensi siswa tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan matematika, tetapi juga bahasa. Karena itu, disusunlah bahan pelajaran bahasa ibu bahasa Inggris yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan membaca. Bahan pelajaran ini pertama kali digunakan di Australia pada tahun 1990. Setelah itu, dikembangkanlah bahan pelajaran bahasa ibu untuk bahasa lainnya seperti bahasa Mandarin, Portugis, Spanyol, dan Thailand.
Pada tahun 1980, bahan pelajaran bahasa Inggris untuk penutur asing dikembangkan untuk digunakan di Jepang. Bahan pelajaran tersebut kemudian dikembangkan lebih jauh untuk digunakan di negara-negara lainnya, dimulai dari negara Brazil pada tahun 2004.
Jumlah siswa Kumon telah melampaui dua juta siswa pada tahun 1993, kemudian melampaui tiga juta siswa pada tahun 2001, dan empat juta siswa pada tahun 2006*.
*jumlah siswa Kumon di seluruh dunia termasuk Jepang

2009

Kumon sebagai salah satu global brand menuju 50 tahun berikutnya
-Menyediakan arena belajar Metode Kumon yang lebih baik

Meskipun terdapat perbedaaan di antara negara dan wilayah, perbedaan budaya dan adat-istiadat, serta perbedaan nilai-nilai dan sistem pendidikan, namun keinginan siswa untuk belajar dan juga perasaan orang tua terhadap anak-anak mereka sama di seluruh dunia. Saat ini, anak-anak di seluruh dunia mendapatkan kemampuan akademik yang tinggi dan menjadi proaktif dalam menentukan jalan kehidupannya melalui pembelajaran dengan Metode Kumon.

Pada tahun 2000, struktur organisasi Kumon berubah menjadi bentuk Group Management. Pada saat itu, peran Kantor Pusat Regional semakin ditingkatkan untuk menyebarluaskan Kumon dan membantu agar Kumon mendapatkan tempat di hati masyarakat lokal.

Tahun 2008 menandai peringatan 50 tahun berdirinya Kumon. Ini merupakan tahun untuk memastikan kembali Visi Kumon di masa yang akan datang. Kami akan terus menyediakan arena belajar Metode Kumon yang lebih baik lagi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar melalui kegiatan kami.

2014

Pembimbing di seluruh dunia belajar dari anak-anak untuk mewujudkan bimbingan yang lebih baik

-Peringatan 100 tahun lahirnya Toru Kumon, pendiri perusahaan Kumon

Pada tanggal 16 Maret 2014, acara Peringatan 100 Tahun Lahirnya Toru Kumon diselenggarakan di Jepang. Lebih dari 7,500 Pembimbing dan staf Kumon dari seluruh dunia menghadiri acara tersebut.
Tema Peringatan 100 Tahun Lahirnya Toru Kumon adalah “Impian”. Acara ini dimulai dengan memastikan kembali impian-impian Toru Kumon oleh para hadirin. Pada sesi paruh kedua, Pembimbing dan staf memastikan kembali pentingnya terus belajar dari anak, melalui presentasi yang disampaikan oleh tujuh Pembimbing yang mewakili setiap wilayah dari seluruh dunia.
Toru Kumon menyampaikan filosofi tentang penggalian potensi setiap individu sebagai berikut. “Tidak ada kata, ‘Ini sudah cukup baik.’ Pasti selalu ada yang lebih baik lagi.” Sebagai orang-orang yang berkecimpung dengan Kumon, kami akan selalu mengingat kata-kata tersebut di dalam hati dalam usaha memperkenalkan Metode Kumon kepada sebanyak mungkin individu tanpa memandang usia dan wilayah tempat tinggalnya.