Kumon Indonesia > Untuk Waralaba > Testimoni Waralaba

Testimoni waralaba

Pembimbing Ibu Rina Herawati

“Saya sebagai perempuan dapat mandiri secara finansial dengan tetap melihat tumbuh kembang anak-anak saya. Saya juga terus merasa bertumbuh dengan menjadi pembimbing Kumon.”

Pembimbing Ibu Natalia Sulaiman

“Saya bisa ikut berkontribusi dalam membawa perubahan baik dalam pendidikan di Indonesia, dimulai dari kelas saya. Menjadi pembimbing Kumon membuat saya menjalankan peran sebagai seorang istri, ibu dan sebagai anggota masyarakat.”

Pembimbing Ibu Eka Meilia Hartuti

“Anak belajar pada tingkatan yang tepat bila ia berlatih sesuai dengan kemampuannya. Sebagai Pembimbing, saya berusaha menggali potensi siswa dengan mengamati sikap belajar siswa di kelas, melakukan pengamatan pada saat siswa mengerjakan lembar kerja ditambah dengan informasi yang diperoleh saat berkomunikasi dengan orang tua. “Dengan mengamati sikap belajar siswa di kelas, saya bisa melihat semangat, konsentrasi, kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi soal baru. Saat mengamati siswa mengerjakan PS, saya bisa mengetahui kemampuan yang sudah terbentuk misalnya ketangkasan kerja, mental calculation dan lain sebagainya. Anak yang belajar pada tingkatan yang tepat akan belajar dengan senang, antusias, semangat, dan termotivasi untuk maju bahkan ke level-level yang jauh lebih tinggi dari tingkatan kelasnya.”

Pembimbing Ibu Arini Wahyu Erna Subekti

“Apakah anak saya akan dibiarkan saat mengerjakan? Mengapa tidak diajarkan saja supaya cepat bisa? Bagaimana anak saya bisa paham jika tidak diajarkan? Dan berbagai pertanyaan serupa sering dilontarkan orang tua kepada saya. Saya katakan bahwa justru anak akan bisa cepat menguasai materi saat ia berusaha berpikir mandiri tanpa diajarkan. Kumon meyakini bahwa anak bisa memahami soal tanpa diajarkan. Belajar mandiri membentuk logika yang kuat, membuat anak mampu mempelajari contoh soal dan petunjuk yang ada dengan seksama hingga akhirnya ia bisa belajar jauh di atas tingkatan kelasnya. Dengan kata lain, belajar mandiri adalah modal penting agar potensi anak bisa tergali secara maksimal. Membentuk kemampuan belajar mandiri di kelas, saya mulai dari pembentukan sikap saat awal masuk Kumon, dari melatih alur kelas, sikap duduk dan cara belajar yang benar. Saya targetkan anak bisa mulai mandiri di hari kelas ke-3. Selanjutnya saya melatih anak berpikir mandiri saat masuk materi baru dengan memberi kesempatan supaya anak menemukan konsepnya dengan kemampuan sendiri agar anak merasakan pencapaian ‘Yes, aku bisa!’ Tidak lupa saya memberi banyak pujian atas usaha anak agar ia semakin percaya diri untuk belajar secara mandiri.”

Pembimbing Ibu Dina Widjaja

“Sistem pengulangan merupakan satu dari sekian banyak keistimewaan Metode Kumon yang menurut saya paling istimewa, karena setiap individu anak adalah unik. Sehingga program belajarnya pun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Pemberian pengulangan secara individual akan sangat baik, karena materi pembelajarannya juga saling berkaitan. Sehingga perlu dipertimbangkan program belajarnya dengan baik supaya kelancaran dan kemandirian belajarnya tetap terjaga. Dalam pemberian pengulangan penting untuk mempertimbangkan pengamatan siswa saat di kelas serta karakter orang tua. Ketika Parents Meeting (PM), saya menggali banyak informasi tentang karakter dan kondisi orang tua serta anaknya. Selain itu dalam kesempatan Feedback Day dan PM, perlu sekali mengedukasi orang tua mengenai pengulangan. Dan saat di kelas, baik Pembimbing maupun asisten harus memberikan kesan positif ke anak, ketika diberikan pengulangan.”