Kumon Indonesia > Untuk Waralaba > Testimoni waralaba

Testimoni waralaba

Pembimbing Anna, dari Singapura

“Saat ini saya mempunyai siswa yang sudah belajar matematika sejak dia berumur 4 tahun. Dia mulai bahkan pada saat belum tahu cara menulis atau menghitung bilangan lebih dari 10. Dalam kurun waktu dua tahun, dia mulai belajar materi pelajaran yang setara dengan materi pelajaran lima tingkat di atas pelajaran untuk anak seusianya. Itu sangat berkesan bagi saya dengan mengetahui bagaimana Kumon bisa memenuhi kebutuhan pada setiap anak.”

Pembimbing Parul Sinha, dari India

“Siswa-siswa saya menikmati mengerjakan lembar kerjanya meskipun lembar kerja tersebut cukup menantang. Hal tersebut menyadarkan saya pentingnya memberikan anak kesempatan untuk belajar mandiri. Ketika mereka sudah mempunyai tanggung jawab akan tugas mereka, maka pada saat itulah Kumon akan menjadi sangat efektif.”

Pembimbing Ibu Eka Meilia Hartuti, dari Indonesia

Anak belajar pada tingkatan yang tepat bila ia berlatih sesuai dengan kemampuannya. Sebagai Pembimbing, saya berusaha menggali potensi siswa dengan mengamati sikap belajar siswa di kelas, melakukan pengamatan pada saat siswa mengerjakan lembar kerja ditambah dengan informasi yang diperoleh saat berkomunikasi dengan orang tua. ” Dengan mengamati sikap belajar siswa di kelas, saya bisa melihat semangat, konsentrasi, kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi soal baru. Saat mengamati siswa mengerjakan PS, saya bisa mengtahui kemampuan yang sudah terbentuk misalnya ketangkasan kerja, mental calculation dan lain sebagainya. Anak yang belajar pada tingkatan yang tepat akan belajar dengan senang, antusias, semangat, dan termotivasi untuk maju bahkan ke level-level yang jauh lebih tinggi dari tingkatan kelasnya.

Pembimbing Ibu Arini Wahyu Erna S., dari Indonesia

Apakah anak saya akan dibiarkan saat mengerjakan? Mengapa tidak diajarkan saja supaya cepat bisa? Bagaimana anak saya bisa paham jika tidak diajarkan? Dan berbagai pertanyaan serupa sering dilontarkan orangtua kepada saya. Saya katakan bahwa justru anak akan bisa cepat menguasai materi saat ia berusaha berpikir mandiri tanpa diajarkan. Kumon meyakini bahwa anak bisa memahami soal tanpa diajarkan. Belajar mandiri membentuk logika yang kuat, membuat anak mampu mempelajari contoh soal dan petunjuk yang ada dengan seksama hingga akhirnya ia bisa belajar jauh di atas tingkatan kelasnya. Dengan kata lain, belajar mandiri adalah modal penting agar potensi anak bisa tergali secara maksimal. Membentuk kemampuan belajar mandiri di kelas, saya mulai dari pembentukan sikap saat awal masuk Kumon, dari melatih alur kelas, sikap duduk dan cara belajar yang benar. Saya targetkan anak bisa mulai mandiri di hari kelas ke-3. Selanjutnya saya melatih anak berpikir mandiri saat masuk materi baru dengan memberi kesempatan supaya anak menemukan konsepnya dengan kemampuan sendiri agar anak merasakan pencapaian ‘Yes, aku bisa!’ Tidak lupa saya memberi banyak pujian atas usaha anak agar ia semakin percaya diri untuk belajar secara mandiri.

Pembimbing Ibu Dina Widjaja, dari Indonesia

Sistem pengulangan merupakan satu dari sekian banyak keistimewaan Metode Kumon yang menurut saya paling istimewa, karena setiap individu anak adalah unik. Sehingga program belajarnya pun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Pemberian pengulangan secara individual akan sangat baik, karena materi pembelajarannya juga saling berkaitan. Sehingga perlu dipertimbangkan program belajarnya dengan baik supaya kelancaran dan kemandirian belajarnya tetap terjaga. Dalam pemberian pengulangan penting untuk mempertimbangkan pengamatan siswa saat di kelas serta karakter orangtua. Ketika Parents Meeting (PM), saya menggali banyak informasi tentang karakter dan kondisi orangtua serta anaknya. Selain itu dalam kesempatan Feedback Day dan PM, perlu sekali mengedukasi orangtua mengenai pengulangan. Dan saat di kelas, baik Pembimbing maupun asisten harus memberikan kesan positif ke anak, ketika diberikan pengulangan.

Pembimbing Suzie, dari Australia

“Menyaksikan Compeleter Kumon Matematika saya yang pertama dalam usahanya untuk bertahan hingga menyelesaikan level-level terakhir, menyadarkan saya betapa menakjubkannya kondisi belajar mandiri di Kumon itu. Sekarang dia menjadi seorang dokter spesialis yang bekerja di beberapa rumah sakit di sekitar Australia dan hal tersebut telah menginspirasi saya untuk menjadi Pembimbing yang lebih baik.”