Kumon Indonesia > Jelajah > Filosofi Kami

Filosofi Kami

“Cobalah! Jika Tidak Dicoba, Anda Tidak Akan Pernah Tahu.”

Setiap anak memiliki potensi yang tak terbatas, yang tak bisa diukur oleh siapa pun juga. Dengan mengembangkan kemampuan melalui “belajar pada tingkatan yang tepat”, setiap anak bisa menjadi anak yang unggul. Karena itulah, saya mengatakan, “Cobalah! Jika tidak dicoba, Anda tidak akan pernah menemukan potensi yang sebenarnya.”

Tidak Ada Kata, “Ini Sudah Cukup Baik.” Pasti Selalu Ada yang Lebih Baik.

Perkembangan tidak akan terwujud jika kita berpikir, “Ini sudah cukup baik.” Sekalipun saat ini Anda belum memiliki rasa percaya diri, Anda akan menjadi pembimbing yang lebih baik di esok hari dengan terus belajar dan akan memperoleh rasa percaya diri dalam diri Anda di kemudian hari. Menyadari bahwa pekerjaan Anda ‘belum selesai’ dan memiliki sikap untuk terus berusaha meningkatkan diri adalah harta yang sangat berharga bagi seorang pembimbing Kumon.

Mencapai Hasil Maksimal dengan Usaha Minimal

Efisiensi yang tinggi, yakni ‘mencapai hasil maksimal dengan waktu minimal’ adalah pemikiran dasar Metode Kumon. Lembar kerja Kumon adalah lembar kerja yang meningkatkan efisiensi pembelajaran dengan membuang bagian-bagian yang tidak diperlukan, yang memungkinkan tercapainya sasaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan memasukkan semua materi yang terdapat pada kurikulum sekolah.

Maju Melampaui Tingkatan Kelas

Keistimewaan utama Metode Kumon adalah “maju melampaui tingkatan kelas”. Metode Kumon bukanlah metode belajar yang hanya sekadar meningkatkan nilai pelajaran Matematika, bahasa ibu dan bahasa asing. Dengan pengalaman dan pendekatan pembelajaran mandiri melalui pelajaran-pelajaran tersebut, anak-anak akan dapat mengembangkan kemampuan untuk mempelajari sendiri hal-hal yang ingin mereka pelajari tanpa perlu diajarkan secara rinci. Kumon adalah metode pendidikan yang membuat siswa menjadi orang yang mandiri.
Kumon ingin agar siswa-siswa maju melampaui tingkatan kelasnya dan merasakan sendiri bagaimana mereka dapat mempelajari sendiri materi yang belum pernah dipelajarinya sebelumnya.

Yang Salah Bukan Anak

Kumon memiliki keyakinan bahwa “yang salah bukan anak”. Bila kita mengenali potensi setiap anak dan membuat mereka belajar pada tingkatan yang “tepat”, maka anak akan berkembang pada tingkatan yang tidak hanya mengejutkan orang tua dan gurunya saja tetapi juga diri mereka sendiri. Hal ini akan memberikan kepercayaan diri ketika mereka menyadari bahwa mereka memiliki potensi seperti ini. Inilah Metode Kumon.

Belajar dari Anak-Anak

Meskipun siswa sudah menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka tidak mengerti dengan cara pengajaran yang diberikan Pembimbing, Pembimbing tidak akan pernah menyadarinya jika tidak berusaha untuk membimbing siswa pada tingkatan yang “tepat” dan tidak pandai dalam “belajar dari anak-anak”.

Belajar pada Tingkatan yang “Tepat”

Keistimewaan utama Metode Kumon terletak pada pembelajaran pada tingkatan yang “tepat” melalui bimbingan perseorangan yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa. Kemampuan siswa selalu berubah, karenanya penting untuk menentukan tingkatan yang “tepat” pada setiap tahapan perkembangan mereka.
Bila siswa tidak belajar pada tingkatan yang “tepat” dan mendapatkan hasil yang kurang bagus, mereka mungkin akan merasa bahwa kesalahan ada pada diri mereka. Hal ini dapat memberikan dampak yang sangat negatif untuk masa depan mereka. Bila siswa belajar pada tingkatan yang “tepat”, kemampuan mereka akan berkembang secara alami dengan cara yang menyenangkan, dan mampu mencapai tingkat yang lebih tinggi.

Belajar Secara Mandiri

Agar kemampuan anak berkembang, akan lebih efektif apabila kita menyesuaikan dengan keinginan mereka untuk berkembang, daripada memaksakan keinginan kita sebagai orang dewasa, atau menjejalkan semua hal ke dalam kepala mereka. Memberikan pengajaran memiliki keterbatasan. Tetapi dengan belajar secara mandiri, anak akan bisa berkembang sedemikian jauh tanpa batas.

Pendidikan Seharusnya Diberikan Secara Perseorangan

Setiap individu mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Jika mengambil contoh sebuah kelas yang terdiri dari 40 siswa, kita akan menemukan bahwa tingkat kemampuan siswa-siswa berbeda-beda, mulai dari siswa dengan tingkat kemampuan tertinggi (peringkat pertama) dan siswa dengan tingkat kemampuan terendah (peringkat ke empat puluh). Oleh karena itu, berbeda dengan sistem kelas konvensional yang membatasi siswa berdasarkan usia atau tingkatan kelas, kami memberikan pendidikan perseorangan yang disesuaikan dengan kemampuan setiap siswa, karena kami percaya bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan siswa semaksimal mungkin.
Tanpa batasan tingkatan kelas, siswa dapat maju ke dua, tiga, empat level atau lebih di atas tingkatan kelasnya. Sementara itu, siswa yang memiliki kemampuan yang rendah dapat memulai pembelajaran mereka dari 3 atau 4 level yang lebih rendah dari tingkatan kelas mereka saat ini. Siswa akan segera mencapai tingkatan kelasnya dan kemudian maju melampaui tingkatan kelasnya.

Mengembangkan Siswa-Siswa yang Suka Membaca Meskipun Sudah Lulus Universitas

Nilai Metode Kumon yang sesungguhnya terletak pada terbentuknya pola pikir dan pengalaman “belajar secara mandiri” yang akan menjadi suatu kebiasaan. Kami membuat anak-anak merasakan kegembiraan belajar secara mandiri dan maju dengan kemampuan mereka sendiri. Kami berharap mereka akan terus belajar secara mandiri bahkan setelah terjun ke masyarakat, dan tumbuh menjadi manusia yang proaktif dalam segala hal yang dilakukan.