Mengapa Harus Daftar KUMON Jika Anak Tetap Harus Belajar Mandiri?

Anda mungkin pernah mendengar bahwa Kumon mengembangkan kemandirian dan belajar secara mandiri. Tetapi apakah Anda benar-benar tahu apa yang kami maksud ketika kami berbicara tentang kemandirian?

Sebagian besar dari kita terbiasa dengan pembelajaran pasif di sekolah. Seorang guru hadir sementara siswa mencatat dan mengajukan pertanyaan. Siswa yang belajar sendiri, di sisi lain, pada dasarnya mengajar dirinya sendiri. Alih-alih memiliki konsep yang dijelaskan kepada mereka, mereka menggunakan instruksi, petunjuk konteks, dan contoh soal untuk menemukan jawabannya sendiri. Ketika seorang siswa mengembangkan kemampuan untuk belajar mandiri, mereka dapat mempelajari mata pelajaran apa pun dengan percaya diri.

Seorang anak yang kuat dalam kemampuan belajar mandiri akan:

  1. Memiliki keinginan untuk memecahkan tantangan baru secara mandiri.
  2. Menjadi lebih tangguh pada materi yang lebih menantang.
  3. Mampu mempelajari konsep materi dengan lebih baik sejak percobaan pertama.
  4. Membuat analisis yang juga lebih baik bahkan untuk mata pelajaran lainnya.
  5. Berani mencoba dan tidak takut membuat kesalahan serta memahami bahwa mereka akan belajar banyak dari kesalahan tersebut.

Pembimbing Kumon dilatih untuk membimbing siswanya menjadi siswa yang mampu belajar mandiri. Alih-alih langsung mengajar atau membimbing, Pembimbing memberikan petunjuk, dukungan serta stimulasi untuk siswanya agar mampu mencoba memecahkan masalah sendiri terbih dahulu.

Belajar mandiri juga merupakan keterampilan yang bisa dipelajari dan diperkuat di rumah. Berikut adalah beberapa pedoman yang dapat Anda gunakan untuk menumbuhkan sikap belajar mandiri pada anak Anda di rumah.

  • Tanyakan pada anak, “Apa yang baru atau berbeda dari apa yang baru saja kamu pelajari?”
  • Minta anak untuk menjelaskan masalahnya kepada Anda. Seringkali ini dapat membantu mereka mengenali kesalahan mereka.
  • Minta anak untuk membaca kembali latihan tersebut jika mereka merasa kesulitan untuk bergerak ke materi yang lebih sulit.
  • Arahkan anak kembali ke lembar sebelumnya untuk melihat contoh soal serupa yang sudah berhasil mereka pecahkan sebelumnya.
  • Mintalah anak membaca ulang contoh soal itu dengan lantang untuk pemahaman yang lebih dalam.
  • Bantulah anak menyimpulkan konsep materi yang sulit dari akarnya sehingga mereka benar-benar paham konsep dasar dari soal tersebut.

Belajar mandiri adalah sebuah proses. Meskipun anak Anda tidak langsung mendapatkan jawabannya, masih ada kesempatan bagi mereka untuk belajar dari latihan selanjutnya, atau saat mengoreksi kesalahan mereka setelah penilaian. Penting untuk menghindari menjelaskan solusi terlalu cepat. Hal ini dapat mengurangi kesempatan mereka untuk belajar mandiri dan dapat merusak pengetahuan mereka tentang materi tersebut.

Namun yang paling penting adalah ketika anak Anda menunjukkan walau sedikit hasil belajar mandiri atau ketekunan, pujilah mereka untuk mengakui kerja keras mereka!

Belajar mandiri membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk berkembang sepenuhnya. Kesukaan belajar anak tidak boleh dipaksa dengan terlalu banyak tekanan untuk belajar mandiri. Ini adalah keseimbangan yang membutuhkan latihan. Ketika anak Anda mampu menggunakan apa yang telah mereka pelajari untuk siap dengan masalah baru atau yang sulit sampai mereka dapat menyelesaikannya, mereka akan siap menghadapi banyak rintangan yang akan dihadapi pada kehidupan kepada mereka selanjutnya.

rizka

About rizka