Tanamkan Rasa Percaya Diri pada Anak Sejak Dini

Tanamkan citra diri yang baik terhadap dirinya sendiri sejak masih kecil. Buat anak merasa bahwa ia adalah anak yang berharga dan dibanggakan oleh bunda dan ayahnya. Sampaikan citra diri positif ini lewat kata atau pesan tersirat lewat interaksi antara anak dan orang tua. Balita pun akan menjadi seorang pembelajar yang penuh keyakinan tinggi.

Ada beberapa hal yang ternyata bisa membuat dampak besar pada percaya diri anak, salah satunya ketika kerabat datang berkunjung ke rumah, pancing anak untuk tampil dan mempertunjukkan kepintarannya seperti menyanyi, berhitung, atau sekedar bercerita tentang pengalaman berjalan-jalan bersama ayah dan ibu minggu lalu. Interaksi dengan orang yang telah dikenal tetapi jarang ditemui bisa menjadi langkah awal untuk mengasah keberanian serta rasa percaya dirinya. Kepercayaan diri dipupuk dari sikap berani dan tidak malu-malu dalam bertindak.

Ketika dia sudah mulai masuk usia prasekolah, sering-seringlah bicara dengannya, dengan menceritakan bahwa ia sudah besar dan sebentar lagi sekolah. Berikan gambaran padanya bahwa bersekolah itu menyenangkan, ia akan bertemu banyak orang baru dan belajar hal baru. Mempersiapkan dirinya sebelum terjun ke dunia luar akan membuat kadar percaya dirinya lebih tebal, sebab anak-anak tahu apa yang kira-kira akan dihadapinya dan bisa jadi ia akan antusias untuk menghadapinya.

Ada empat hal yang bisa dijadikan referensi Bunda dan Ayah selama melatih rasa percaya diri anak, yaitu:

  • Pujian. Semakin sering memuji anak, semakin ia menjadi percaya diri. Hindari untuk terlalu sering menunjukkan keburukannya dan perbanyak memuji perilaku baiknya. Alihkan sikap kritis Ayah dan Bunda ke arah yang lebih baik selalu katakan padanya, bahwa Anda yakin dia pasti bisa.
  • Penerimaan. Berusaha menerima kondisi anak apa adanya dan selalu menyampaikan kata-kata yang mendorongnya untuk maju. Melihat anak lain tampil lebih “bersinar” daripada anak Anda sendiri kadang-kadang bisa membuat Anda jadi cenderung ingin menuntut anak lebih banyak. Padahal, tekanan yang terlalu besar malah akan membuat anak-anak mudah frustasi.
  • Pemahaman. Tempatkan diri Ayah dan Bunda pada posisi anak, Anda pun dulu juga pernah seusia mereka, dan ingat kembali hal-hal yang bisa membuat Anda menjadi kurang percaya diri, ingat kembali perasaan apa yang bisa membuat Anda bisa demikian. Lalu, terapkan pada anak Anda.
  • Positif. Segala hal yang positif akan membawa hasil yang positif pula. Jika Ayah dan Bunda memberi perhatian lewat senyuman tulus, selalu menatap matanya dengan semangat, dan menunjukkan rasa tertarik akan apa yang ia lakukan itu membuatnya merasa aman dan nyaman, sehingga dengan sendirinya bisa berkreasi tanpa hambatan emosional apa pun.

Begitu pula dengan kami di Kumon, kami percaya akan potensi siswa yang sangat besar dan ingin mengembangkan kemampuan siswa lebih tinggi lagi. Kumon yang lahir dari ikatan antara orang tua dan anak, selama ini terus melanjutkan pemikiran dan gagasan pendirinya, Toru Kumon. Kami memiliki misi untuk menggali potensi setiap individu siswa semaksimal mungkin. Pembimbing Kumon memberikan bimbingan yang tepat kepada siswa agar mereka dapat mengerjakan soal-soal dengan kemampuan sendiri. Hasilnya, siswa menjadi memahami bahwa mereka akan dapat mengerjakan sesuatu jika mau mencoba, memiliki rasa percaya diri, dan kemampuan untuk menghadapi tantangan baru dengan kemampuan sendiri.

annes

About annes